Pages

21 May 2013

Maksimalisasi sumber daya

Dah lama juga gak nge-blog.
Bingung mau bahas apa..
Mungkin kali ini saya bahas soal pengalaman saja di kantor....
Sebelumnya,perlu saya jelaskan bahwa saya adalah seorang officer atau team leader di sebuah team yang mengurusi bidang logistik di sebuah perusahaan retail. Adakalanya dalam sebuah team kita memiliki partner kerja yang terkadang berbeda karakter personal dengan kita. Ada yang berwatak keras,sedikit pemalas,sedikit pembangkang, atau bahkan kombinasi dari itu semua. Nah, disinilah seninya jika anda adalah seorang team leader seperti saya. Bagaimanakah anda me-manage semua sumber daya yang ada untuk mencapai target kerja yang diberikan kepada anda dan team anda. Mulai dari pengaturan sistem kerja sampai sistematika pengambilan keputusan terhadap suatu permasalahan, andalah yang menentukan dan bertanggung jawab.
Di tengah rutinitas dan pressure pekerjaan,anda dituntut menjadi orang yang bijak dalam menyikapi permasalahan yang timbul. Memang sisi egois personal terkadang menjadi kendala dalam setiap keputusan yang anda ambil.
Awalnya, mungkin ada beberapa permasalahan yang timbul dalam team anda. Apalagi jika anda adalah team leader baru seperti saya..
Semisal, pada awalnya ada kalanya anggota team anda menganggap remeh terhadap kemampuan anda sebagia team leader. Ini adalah wajar, Karena mungkin anggota team anda belum mengerti bagaimana gaya kepemimpinan yang anda berikan kepada team anda nantinya.
Dan saya pribadi, melakuakn beberapa hal yang mugkin menurut saya benar, namun bisa saja hal itu dianggap salah oleh anggota team anda.

02 June 2012

Rumah Lurah Desa Jaman Belanda

Bingung mau ngisi apa lagi di sini. Akhirnya saya putuskan melontarkan salah satu kondisi yang ada di sekitar saya.

Gambar ini adalah rumah "sesepuh keluarga" saya. Berdirinya sih pas jaman Belanda dulu (jaman Buyut saya). Yang saya pengen tau,sebenernya desain bangunan seperti ini adanya sejak tahun berapa,sih?
Kenapa desain bangunan seperti ini dikhususkan buat para "pembesar" yang ada di lingkungan sekitar saja?(Buyut saya dulunya memang seorang kepala desa di Desa saya). Ada juga beberapa bangunan yang berdesain sejenis dengan bangunan ini. Dan bangunan itu semua memang milik seorang "pembesar" di sini dulunya.
Sebenarnya pengen sih memugar bangunan ini,tanpa merubah bentuk aslinya. Bangunan ini sudah termakan umur (dengan pertimbangan ingin melestarikan bangunan yang menurut saya warisan budaya untuk keluarga besar saya). Hanya saja saya bingung dan gak ngerti ilmu bangunan. Dengan bahan apa material yang ada di bangunan ini bisa digantikan.

21 August 2011

Legenda Reog Ponorogo


Salah satu ciri khas seni budaya Kabupaten Ponorogo Jawa Timur adalah kesenian Reog Ponorogo. Reog, sering diidentikkan dengan dunia hitam, preman atau jagoan serta tak lepas pula dari dunia mistis dan kekuatan supranatural. Reog mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak merak seberat sekitar 50 kilogramdengan kekuatan gigitan gigi sepanjang pertunjukan berlangsung. Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, unik, eksotis serta membangkitkan semangat. Satu group Reog biasanya terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlah kelompok reog berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran utama berada pada tangan warok dan pembarongnya.
Seorang pembarong, harus memiliki kekuatan ekstra. Dia harus mempunyai kekuatan rahang yang baik, untuk menahan dengan gigitannya beban “Dadak Merak” yakni sebentuk kepala harimau dihiasi ratusan helai bulu-bulu burung merak setinggi dua meter yang beratnya bisa mencapai 50-an kilogram selama masa pertunjukan. Konon kekuatan gaib sering dipakai pembarong untuk menambah kekuatan ekstra ini, salah satunya dengan cara memakai susuk, di leher pembarong. Untuk menjadi pembarong tidak cukup hanya dengan tubuh yang kuat. Seorang pembarong pun harus dilengkapi dengan sesuatu yang disebut kalangan pembarong dengan wahyu yang diyakini para pembarong sebagai sesuatu yang amat penting dalam hidup mereka. Tanpa diberkati wahyu, tarian yang ditampilkan seorang pembarong tidak akan tampak luwes dan enak untuk ditonton. Namun demikian persepsi misitis pembarong kini digeser dan lebih banyak dilakukan dengan pendekatan rasional. Menurut seorang sesepuh Reog, Mbah Wo Kucing “Reog itu nggak perlu ndadi. Kalau ndadi itu ya namanya bukan reog, itu jathilan. Dalam reog, yang perlu kan keindahannya“.

Legenda Cerita Reog

Reog dimanfaatkan sebagai sarana mengumpulkan massa dan merupakan saluran komunikasi yang efektif bagi penguasa pada waktu itu. Ki Ageng Mirah kemudian membuat cerita legendaris mengenai Kerajaan Bantaranangin yang oleh sebagian besar masyarakat Ponorogo dipercaya sebagai sejarah. Adipati Batorokatong yang beragama Islam juga memanfaatkan barongan ini untuk menyebarkan agama Islam. Nama Singa Barongan kemudian diubah menjadi Reog, yang berasal dari kata Riyoqun, yang berarti khusnul khatimah yang bermakna walaupun sepanjang hidupnya bergelimang dosa, namun bila akhirnya sadar dan bertaqwa kepada Allah, maka surga jaminannya. Selanjutnya kesenian reog terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kisah reog terus menyadur cerita ciptaan Ki Ageng Mirah yang diteruskan mulut ke mulut, dari generasi ke generasi.
Menurut legenda Reog atau Barongan bermula dari kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang ingin menyindir Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Sang Prabu pada waktu itu sering tidak memenuhi kewajibannya karena terlalu dipengaruhi dan dikendalikan oleh sang permaisuri. Oleh karena itu dibuatlah barongan yang terbuat dari kulit macan gembong (harimau Jawa) yang ditunggangi burung merak. Sang prabu dilambangkan sebagai harimau sedangkan merak yang menungganginya melambangkan sang permaisuri. Selain itu agar sindirannya tersebut aman, Ki Ageng melindunginya dengan pasukan terlatih yang diperkuat dengan jajaran para warok yang sakti mandraguna. Di masa kekuasaan Adipati Batorokatong yang memerintah Ponorogo sekitar 500 tahun lalu, reog mulai berkembang menjadi kesenian rakyat. Pendamping Adipati yang bernama Ki Ageng Mirah menggunakan reog untuk mengembangkan kekuasaannya.

25 March 2011

Ilmuwan yang Terkenal Hingga Sekarang

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat Syeikhur Rais, Abu Ali Husein bin Abdillah bin Hasan bin Ali bin Sina, yang dikenal dengan sebutan Ibnu Sina atau Aviciena lahir pada tahun 370 hijriyah di sebuah desa bernama Khormeisan dekat Bukhara. Sejak masa kanak-kanak, Ibnu Sina yang berasal dari keluarga bermadzhab Ismailiyah sudah akrab dengan pembahasan ilmiah terutama yang disampaikan oleh ayahnya. Kecerdasannya yang sangat tinggi membuatnya sangat menonjol sehingga salah seorang guru menasehati ayahnya agar Ibnu Sina tidak terjun ke dalam pekerjaan apapun selain belajar dan menimba ilmu.

Dengan demikian, Ibnu Sina secara penuh memberikan perhatiannya kepada aktivitas keilmuan. Kejeniusannya membuat ia cepat menguasai banyak ilmu, dan meski masih berusia muda, beliau sudah mahir dalam bidang kedokteran. Beliau pun menjadi terkenal, sehingga Raja Bukhara Nuh bin Mansur yang memerintah antara tahun 366 hingga 387 hijriyah saat jatuh sakit memanggil Ibnu Sina untuk merawat dan mengobatinya.


Berkat itu, Ibnu Sina dapat leluasa masuk ke perpustakaan istana Samani yang besar. Ibnu Sina mengenai perpustakan itu mengatakan demikian;

05 March 2011

Rokok-Rokok Terkenal di Dunia


1. Marlboro
 
Marlboro tidak diragukan lagi tembakau terlaris produk di seluruh dunia. Selain itu, merek ini telah mengokohkan posisi terdepan, dan itu sangat tidak mungkin merek lain bisa menyalip sebagai nomor satu di waktu terdekat. Marlboro adalah merek favorit banyak selebriti Hollywood seperti Drew Barrymore, Robert Pattinson dan lain-lain. Dalam toko online Marlboro biasanya ditawarkan dalam tiga versi klasik: Marlboro Merah, Marlboro Emas dan Perak Marlboro ditambah berbagai ultra ramping baru – Marlboro Reserve